Halaman

Jumat, 09 Mei 2014

Tour In hometown

The village is not far Luwuk city which is the capital of the province of Central Sulawesi , Banggai district which is about 27 KM or about 20-30 minutes when using a two-wheeler / four from downtown . On the way to the village we kayutanyo spoiled views of the white sand and could only take a moment to enjoy the beautiful beach Boli'i which is not far from the village of Kayutanyo .
Arriving in the village of Kayutanyo we can immediately enjoy the beautiful cozy atmosphere coupled with the hospitality of its people so that fatigue / cape in the course can be replaced with a hungry stomach atmosphere ada.Kalu kwatir because we do not need the usual stop at the Cafe Revelation which is the place to eat and relax upon waters is a very nice tourist place which is surrounded by mangrove forests alami.disamping mation that we can enjoy fresh fish , squid , crabs etc. .

In addition there are several kayutanyo  bay cafe and fish cages that could be another option otherwise this loss we miss
And milkfish ponds and baths dibilalang .....
if interested or want keluwuk do not forget to visit my hometown tourist KAYUTANYO VILLAGE ............ 

Mencari Kepemipinan yang Ideal

Mencari Kepemipinan yang  Ideal
Dimasa sekarang ini yang penuh persaingan diberbagai bidang dan segi kehidupan maka setiap individu maupun kelompok masyarakat  dituntut harus memiliki kemapuan, Kompentensi dan moralitas yang bisa menjadikan kita sebagai panutan sekaligus menjadi pemimpin yang zaman sekarang ini dianggap sebagai barang yang sangat langka. Menurut pengatahuan kami  mencari sosok pemimpin yang ideal sangatlah susah karena bukan hanya kita melihat satu sisi misalkan kepandaian ataupun kompentensi tapi jangan lupa kita harus melihat dari sudut lain salah satu terpenting  adalah moralitas yang pada intinya diharapkan akan melahirkan pemimpin  pemimpin membawa ke arah yang lebih baik dan bisa menjelma sebagai pemimpin yang Rahmatan Lilallami sesuai  dengan konsep dan prinsip  dasar dalam islam adalah
a.    Prinsip Ibadah
Seorang pemimpin yang pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan-Nya, maka sudah seharusnya dalam seluruh amal perbuatannya didasarkan pada tujuan utama ikhlas mencari ridha Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya : "Dan tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku" (Qs Adz Dzaariyat :56), dan juga pada ayat lain, "Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah saja dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, rekan sejawat, orang musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki". (Qs An Nisa' : 36 ).
b.    Prinsip Amanah
Seorang pemimpin yang mengaku beriman dan Islam, harus menjalankan 2 jenis amanah yang dibebankan kepadanya. Amanah yang pertama berasal dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Yaitu kewajiban untuk menjalankan segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya dan larangan Rasul-Nya. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan itu, meliputi segala bidang, baik yang bersifat pibadi, maupun umum. Baik yang berhubungan langsung dengan Allah SWT (hablum minallahi) yang mengandung aspek ritual, maupun yang berhubungan dengan sesama manusia (hablum minannasi) yang mengandung aspek sosial.
Amanah yang kedua adalah yang berasal dari manusia. Amanah ini meliputi berbagai hal yang menyangkut hajat hidup manusia sehari-hari, baik dalam urusan pribadi, maupun urusan bersama. Setiap individu yang mendapat amanah dari manusia untuk pemimpin mendapat beban amanah untuk mengurus, mengatur, memelihara dan melaksanakan kewajiban itu secara baik dan benar. Sebagaimana firman Allah SWT, "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui (akibatnya)" (Qs. Al-Anfaal : 27-28), dan juga ayat-ayat lain yang bermakna sama.
c.    Prinspip Ilmu / Profesionalitas
Prinsip ilmu maksudnya adalah semua pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan dengan ilmu pengetahuan, sebagaimana firman Allah : "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan mengenainya "(Qs Al Israa': 36). Selain itu masih banyak ayat-ayat dalam Al Qu'an yang menggambar pentingnya ilmu, termasuk ayat yang pertama kali turun memerintahkan untuk ikra' (membaca).
Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang sudah sangat sering kita dengar mengatakan bahwa, "Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak memiliki kapasitas untuk mengembannya), maka tunggulah saat kehancurannya" (H. R. Bukhari bab Ilmu). Dan juga Imam Syafi'i yang merupakan salah satu ulama besar Islam mengatakan bahwa "barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan dua-duanya maka hendaklah dengan ilmu." (Al-Majmu' Imam An-Nawawi).
d.    Prinsip Keadilan
Allah SWT adalah yang Maha Adil dan sangat mencintai keadilan, hal itu dapat kita lihat dengan banyaknya perintah untuk berbuat adil di dalam Al Qur;an. Beberapa diantaranya adalah : "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan."(An Nisaa :135), dan juga "Katakanlah : Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan. Dan : Luruskanlah muka mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta'atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan "(Al A'raaf : 29).
e.    Prinsip Etos Kerja / Kedisiplinan
Islam adalah agama yang mengajarkan kerja keras dan usaha disamping berdoa untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Islam tidak pernah mengajarkan untuk hanya tinggal berharap dan berpangku tangan. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT bahwa, "yang demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs Al Anfaal : 53).
Pada ayat :"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung" (QS Al Jumu'ah : 10), Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk segera bekerja setelah beribadah dan tidak hanya pasrah dengan alasan zuhud atau tawakkal. Maha benar Allah SWT yang telah berfirman :" Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi… "(Qs Al Qashash : 77).
f.     Prinsip Akhlaqul Qarimah
Sebagai seorang yang beriman sudah sepantasnya kita mencontoh Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan terutama menyangkut masalah akhlak. Semua orang yang mengenal beliau, baik kawan maupun lawan pastilah akan memuji kemuliaan akhlak dan kepribadian beliau. Bahkan 'Aisyah istri beliau ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, mengatakan bahwa seperti Al Qur'an. Allah SWT sendiri dalam salah satu ayat memuji beliau dengan mengatakan : "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (Qs Al Qalam : 4).
 Sumber :

Oleh: Muhammad Subair Modul  Tuton Mata Kuliah Perilaku Organisasi  MM – Universitas Terbuka   2014

Struktur model daripada Sistem informasi Pemasaran

Struktur model daripada Sistem informasi Pemasaran adalah sebagai berikut :

SUBSISTEM INPUT :
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI > mengumpulkan data pemasaran yang akan diproses dan dipergunakan  untuk menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan.
Contoh : Data periodik : produk yang diminati konsumen, pelanggan, wiraniaga
   Lap. Khusus   : Kota, wilayah, daerah pemasaran,
   Sis.pakar  :        menggunakan formula matematis yang dipergunakan - untuk  memprediksi masa depan, serta dipergunakan - untuk mengambil keputusan.

SUBSISTEM PENELITIAN PEMASARAN > melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen, dan meningkatkan efisiensi pemasaran.
Contoh : Mengumpulkan data primer dan  mengumpulkan data skunder.

SUBSISTEM INTELIJEN PEMASARAN > mengumpulkan data dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran perusahaan.
Contoh : Mengumpulkan data.
   Mengevaluasi data untuk mengetahui akurasinya.
         Menganalisa untuk mengetahui ciri / pola data
   Menyimpan / menyebarkan informasi  primer / skunder

DATABASE 
 Data yang telah diorganisasikan menjadi suatu hierarki yang terdiri dari data field, record, dan file dengan istilah lain yaitu diagram pohon karena konseptualnya  menyerupai pohon yang terdiri dari ranting yang berkumpul sehingga membentuk  cabang dan seterusnya pada jenjang yang lebih besar.
Sedangkan  file – file yang berupa Spreadsheet, dokumen, data, alat analisis, atau aplikasi paket serta kumpulan fakta lain, dapat dikumpulkan menjadi satu grup dalam suatu folder, yang nantinya dipergunakan untuk mendukung atau melakukan proses pengolahan data menjadi suatu informasi yang dipergunakan oleh pemakai didalam pengambilan keputusan.

SUBSISTEM OUTPUT 
-          SUBSISTEM PRODUK > menyediakan informasi tentang produk perusahaan.
-          SUBSISTEM TEMPAT > menyediakan informasi tentang jaringan distribusi perusahaan.
-    SUBSISTEM PROMOSI > menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung.
-         SUBSISTEM HARGA > membantu manajer membuat keputusan harga.
-      SUBSISTEM BAURAN > memungkinkan manajer untuk mengembangkan strategi yang mempertimbang kan dampak gabungan dari unsur – unsur tersebut.
Alur dari  Sistem Informasi Pemasaran berasal dari sub sistem input (berupa data), dikumpulkan dalam data base dan ditransformasi  menghasilkan sub sistem output produk, tempat, promosi, harga ( berupa informasi pemasaran ), serta dipergunakan untuk mengambil keputusan didalam bidang pemasaran, termasuk dalam pemberian Bonus atas pencapaian target dalam penjualan .
Dan diharapkan dengan adanya Sistem Informasi Pemasaran diharapkan dapat meningkatakan hasil penjualan dengan mengantisipasi kendala-kendala dan senaksimal mungkin dapat memanfaatkan peluang bisnis demi pencapaian target sesuai dengan tujuan dan harapan perusahaan.

Sumber :

elearning.upnjatim.ac.id/courses/01014/document/SIM.doc?cidReq...

Jumat, 25 April 2014

Model Sistem Informasi Pemasaran

a     Model sistem informasi dapat digunakan untuk membantu depatement store adalah Sistem Informasi Pemasaran yang dapat didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer yang bekerjasama dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen organisasi dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengann pemasaran produknya.


         Model Sistem Informasi Pemasaran
.   -    Sub Sistem Akuntansi (SIA)
Digunakan untuk Penjualan pada Perusahaan untuk dapat mempelajari aktivitas penjulan  yang meliputi produk yang terjual, konsumen yang membeli produk dan tenaga penjual yang melakukan penjulaan yang disajikan dalam laporan khusus yaitu laporan analisis penjualan produk atau daftar tenaga penjulan dengan keahlian tertentu, sehingga dapat mempermudah pengambilan keputusan bagi manajemen dalam pemecahan suatu masalah.
b.      Sub Sistem Penelitian Pemasaran
Untuk dapat mengetahui dinamika lingkungan eksternal di perlukan proses penelitian pemasaraan untuk dapat memperoleh informasi dari pelanggan dan calon pelanggan potensial untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka berkaitan dengan pemasaran yang dilakukan oleh Departemen Store Rembulan.hal ini berguna untuk bahan analisa manajemen dalam pengambilan keputusan.
c.       Sub Sistem Intelijen Pemasaran
Untuk memantau dan menganalisa proses pemasaran diperlukan informasi sebagai bahan pembanding dengan perusahan pesaing yang sejenis, mengenai Siklus Penjulan, Promosi, Omzet dan lain-lain untuk dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan strategis pemasaran sehingga dapat membantu pemecahan masalah.

Database
Data yang digunakan oleh Subsistem output berasal dari database

Manfaat Output dari Sistem Informasi Pemasaran
a.       Sub-Sistem Produk
Output digunakan manajer untuk mengembangkan strategi dan taktik setiap unsur dalam pembauran pemasaran kemudian memadukannya dalam rencana pemasaran.
b.      Sub-Sistem Tempat
Saluran distribusi, yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan produknya ke konsumen  merupakan unsur bauran pemasaran. Dalam saluran distribusi suatu produk dapat melibatkan pemasok, pabrikan, penjual partai besar, penjual eceran, dan kosumen.
c.       Sub-Sistem Promosi
Suatu area promosi dimana computer dapat digunakan adalah pada komunikasi tenaga penjualan.
d.      Sub-Sistem harga
Komputer dapat memberikan dukungan dalam bentuk model matematika yang dapat membantu manajer untuk bernain dalam what-if  game dalam menentukan harga yang memaksimalkan keuntungan.
e.      Sub-Sistem Bauran Pemasaran
Dalam Model ini digambarkan adanya pengaruh pengaruh yang mengalir dari pabrik, penjualan eceran, pesaing, dan lingkungan bisnis dan ini tidak saja berguna bagi manajer pemasaran tetapi juga bagi manajer lainnya di perusahaan.

Daftar  Pustaka

BMP Sistem Informasi Manajemen –Universitas  Terbuka

RENCANA PEMASARAN BERBASIS E-ECOMMERCE UNTUK BIDANG USAHA PENJULAN IKAN LAUT

RENCANA PEMASARAN BERBASIS E-ECOMMERCE
UNTUK BIDANG USAHA PENJULAN IKAN LAUT



I. PENDAHULUAN

Ikan, merupakan hewan laut  yang kaya akan gizi,mineral, nutrisi dan vitamin yang mampu memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia. Mengkonsumsi ikan secara benar, baik cara mengolah maupun cara memilih ikan, pastinya akan membuat tubuh kita semakin sehat dan yang lebih hebat lagi adalah ikan mampu membuat seseorang menjadi pintar.
Berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsi ikan, yang kami rangkum dari berbagai sumber:
1.      Daging ikan yang banyak mengandung  Asam lemak omega 3, telah terbukti dapat memberikan manfaatnya bagi jantung, arteri dan vena yang membentuk sistem kardiovaskular. Oleh karena itu, dengan mengkonsumsi ikan, maka kita  dapat mencegah penyakit jantung dan gagal jantung. Bahkan beberapa peneliti ada yang menyimpulkan jika kita mengkonsumsi ikan dengan baik dan benar dua porsi dalam seminggu, maka akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung tiga kali lipat. 
2.      Minyak ikan ternyata sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, minyak ikan juga dapat menurunkan berat badan karena minyak ikan dapat mencegah timbulnya lemak dalam tubuh.  Bahkan, untuk anak-anak sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi minyak ikan agar dapat merangsang pertumbuhan otak sehingga dapat lebih cerdas dan pada masa pertumbuhan akan membantu menambah tinggi badan.
3.      Manfaat lain dengan mengkonsumsi ikan secara teratur dengan baik dan benar adalah, dapat menekan risiko kangker, karena dalam pengujian telah terbukti ikan dapat mencegah timbulnya tiga jenis kangker, yaitu kangker payudara, kolon, dan prostat. Selain kangker, mengkonsumsi ikan juga dapat mencegah terjadinya peradangan pada sendi. Hal ini dikarenakan, minyak ikan memiliki efek yang positif pada respon inflamasi.
4.      Ikan juga dapat menyehatkan mata, karena ikan dapat melawan degenerasi macula, glaucoma, dan sindrom mata kering. Begitu juga untuk kesehatan kulit, ternyata minyak  ikan dapat mencegah keriputan dan menunda proses penuaan kulit. Bahkan beberapa produk kecantikan kini banyak yang mempercayakan minyak ikan sebagai kandungan utamanya. Dan yang tak kalah pentingnya, mengkonsumsi ikan juga membuah kita tidak mudah depresi sehingga rasa ketakutan yang berlebihan dapat teratasi jika kita banyak mengkonsumsi ikan.
Kampanye gemar makan ikan di seluruh Indonesia sedang digencarkan oleh menteri kelautan dan perikanan Fadel Muhammad. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat konsumsi ikan nasional yang hanya 30,41 kilogram perkapita. Dan diharapkan melalui program ini akan terjadi meningkatan konsumsi ikan rata-rata nasional mencapai 38 kilogram per kapita pada tahun 2014.
Rendahnya konsumsi ikan di Indonesia ini disebabkan karena ada kelangkaan ikan yang memicu harga ikan menjadi mahal. Hal ini disebabkan karena minimnya strategi pemasaran dalam mendisribusikan ikan yang berdampak pada ketidakrataan distribusi ikan di Indonesia, sehingga daerah Indonesia Timur yang rata-rata penduduknya berprofesi sebagai nelayan mengkonsumsi ikan lebih banyak dibandingkan dengan Pulau Jawa .
            Strategi pemasaran ikan yang biasa diterapkan adalah dengan sistem  pemasaran berantai, seperti yang diungkapkan oleh Noviana Citra Dewayanti dalam penelitiannya tentang Analisa Pemasaran Ikan Laut Segar. Nelayan akan menjual hasil tangkapannya kepada pedagang besar, pedagang besar akan menjualnya kepada pedagang pengecer dan berakhir dikonsumen, atau terdapat pula alur pemasaran yang lain yaitu, nelayan -> pedagang pengecer -> pedagang besar -> depot -> TPI -> konsumen akhir. Strategi pemasan seperti ini tidaklah efektif karena harga ikan akan melambung tinggi dan kondisi ikan menjadi kurang baik karena terlalu lama disimpan.
Website yaitu wadah atau area untuk menyimpan info berupa data, catatan serta atau photo yang dapat dipublikasi serta diinginkan bisa diketahui beberapa orang. bila anda seorang entrepreneur atau perusahaan, maka website bisa dipakai sebagai media promosi ampuh product anda dengan online. Seiring dengan kemajuan peradaban manusia, maka kebutuhan akan komunikasi serta promosi dari sesuatu perusahaan atau non-perusahaan untuk tawarkan produknya, atau jasanya pada penduduk luas serta menghendaki respon dari tiap-tiap product atau jasanya tersebut pada penduduk ( pelanggan atau calon pelanggan ) yaitu sebagai satu wujud promosi serta service yang tidak dapat dihindarkan lagi.
Pada saat saat ini jutaan website yang memeriahkan dunia maya. beberapa besar dari yaitu situs komersial yang untuk usaha maupun perdagangan. media promosi dunia maya didalam wujud situs punya pengaruh didalam dunia usaha. banyak beberapa entrepreneur memakai situs sebagai di antara media pemasaran product maupun layanan. manfaat situs yang lain yaitu untuk menambah prestise atau gengsi dari satu perusahaan untuk mempunyai media online ini dengan efisien serta efektif. Dan jika web ini di aplikasikan pada Usaha Penjualan Ikan Laut maka pangsa pasar dari Usaha  ini akan semakin luas dan konsumen dapat dengan mudah mendapatkan informasi lebih jelas mengenai komoditi ikan, kandungan gizi dalam ikan dan memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Pembuatan web pada Usaha Penjulan Ikan Laut  ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam meratakan pendistribusian ikan laut dan ikut serta dalam meningkatkan konsumsi makan ikan di Indonesia.

























II. LANDASAN  TEORI

Landasan Teori disesuaikan dengan Buku Materi Pokok Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen pada modul 6 Sistem Informasi Pemasaran yang secara khusus mempelajari tentang Sistem Informasi  Pemasaran,Database Pemasaran, dan Electronic Commerce (E-Commerce)
2.1    Sistem Informasi  Pemasaran
Sistem Informasi Pemasaran dapat didefinisikan sebagai system berbasis computer yang bekerja bersama dengan infomasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen organisasi dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemasaran produknya.
2.2    Database Pemasaran
Database transaksi Pemasaran adalah database yang dapat menyediakan informasi berkaitan dengan selera dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian perusahaan akan memanfaatkan informasi tersebut dalam menciptakan barang atau jasa baru.
2.3    Electronic Commerce (E-Commerce)
Pasar adalah sebuah jaringan interaksi dan hubungan dimana informasi, produk, jasa pembayaran dipertukarkan. Bila pasar dilakukan secara elektronik, maka pusat bisnis bukanlah bangunan fisik melainkan sebuah lokasi berbisnis  jaringan dimana interaksi  terjadi. Aktivitas  pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaaatkan jaringan telekomunikasi yang disebut dengan Electronic Commerce.












III. ANALISIS

3.1    Manajemen Pemasaran
Dalam menjalankan bisnis atau usaha terutama pada penjulan ikan laut, untuk dapat berkembang dengan ruang bisnis yang lebih luas maka seorang manajer pemasaran harus memperhatikan Manajemen Pemasaran yang harus didukung oleh system informasi berbasis komputer agar pemakai dapat menagmbil keputusan pemasaran dengan didukung tehnologi komputer.
a.       Penetapan harga
Langka awal dalam proses bisnis atau usaha penjulan ikan laut terlebih dahulu menentukan / penetapan harga yang merupakan keputusan yang sulit yang disebabkan karena harga ikan laut yang sering berubah.Untuk memudahkan agar harga yang kita pasar lebih kompentitif terhadap harga pasar  sebaiknya kita mengunakan onlie analytical processing.
b.   Produktivitas Tenaga Penjual
Didalam usaha salah satu yang harus ditimbangkan dan merupakan kunci keberhasilan dalam menyusun manajemen pemasaran yang berbasis komputer adalah Produktivitas tenaga penjual, yang dapat meningkat omzet penjulan, dimana tenaga penjual dengan komputer portable untuk dapat mengakses database agar mudah melakukan pekerjaannya.
c.   Analisis Profittabilitas Produk – Pelanggan
Dalam melakukan usaha penjualan ikan laut selain penetapan harga, harus ada system akuntasi biaya yang dapat menghitung besarnya  biaya yang dikeluarkan untuk proses usaha penjualan atau yang dikenal dengan Harga pokok penjualan (HPP) yang akan diperbandingkan dengan harga penjualan sehingga manajemen dapat mengetahui besarnya keuntungan yang dapat diperoleh. Sehingga sangat bermanfaat untuk dapat menekan harga jual dan bahkan dapat memberikan potongan penjulan dan dapat menarik konsumen yang lebih banyak. Dan dengan adanya Analisis Profittabillitas produk dalam system informasi pemasaran dapat mendentifikasi konsumen yang menguntungkan, dan frekuensi konsumen berintereaksi dengan usaha penjualan ikan dengan dibuatkan program promosi khusus.
d.   Analisis Penjualan dan Tren
 Pendapatan Ikan luat diindonesia  biasanya dipengaruhi musim/iklim, jadi sangat mempengaruhi pasokan ikan dipasar  dan permintaan konsumen.sehingga manajemen dalam harus mampu melihat peluang pasar, dalam waktu waktu tertentu melakukan terobosan baik harga maupun mutu  ikan pada saat terjadi kelangkaan stok ikan luat yang segar.misalkankan melakukan tambak ikan pada saat ikan lagi banyak atau berlimpah.
e.   Perencanaan Pemasaran
hal yang perlu diperhatikan adalah matangnya perencanaan dalam pemasaran baik dari segi biaya dan resiko usaha.
3.2    Model  Sistem Informasi  Pemasaran
Setelah manajemen pemasaran disusun selanjutnya mencari model system informasi pemasaran yang cocok untuk melakukan usaha penjualan ikan. Model ini terdiri dari perpaduan subsistem input (masukan) dan subsistem output (luaran) subsistem yang dihubungkan dengan database.
3.3    Database Pemasaran
Usaha Penjualan Ikan Laut mengunakan datamining untuk memperbaiki perjualan ke konsumen. data dari diskusi konsumen, pengiriman, dan aktifitas para pesaing diperiksa untuk dapat menganalisa alas an perpindahan ke penjulan lainnya.Melalui analisis ini usaha penjulan ikan dapat menentuka strategi promosi terbaik dalam menembus segmen pasar yang lebih luas.
3.4    Hubungan E-Commerce dengan Sistem Informasi Pemasaran.
Hubungan antara e-commerce dengan system informasi pemasaran dapat dijelaskan dengan menjelaskan dampak penarapan pada subsistem inpu, database dan system output
3.4.1    Sistem Informasi Akuntansi
Dengan mengunakan internet maka system Informasi akuntasi dapat dengan mudah memonitor dan melusuri aktivitas usaha  penjualan sehingga analisis penjulan dapat dilakukan dengan cepat akurat dan lebih lengkap untuk pengambilan keputusab guna peningktan omzet.
3.4.2    Subsistem Penelitian Pemasaran
Tehnologi internet yang digunakan untuk mendukung e-commerce sekaligus dapat digunakan sebagai alat penelitian pemasaran untuk lebih dapat mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumsi atas jenis-jenis ikan laut yang selalu diminati konsumen. serta untuk lebih dapat mengetahui kepusaan konsumen atas pelayanan atas penjulan tersebut.
3.4.3    Subsistem Intelejen Pemasaran
Untuk mengetahui Data pesaing bisnis, data dilakukan dengan cepat dan murah melalui jaringan internet.

3.4.4    Database
         Dengan Internet database pemasaran dapat tersedia secara inteaktif.
3.4.5    Subsistem Produk
Dengan e-commerce usaha penjualan mampu memilih produk khususnya pada jenis ikan yang akan ditawarkan pada konsumen, serta jenis perawatan dan pemeliharan ikan sehingga bisa tetap segar sampai ke konsumen
3.4.6    Subsistem tempat
Dengan mengunakan internet sebagai saluran komunikasi dan intereasi yang lebih mendekatkan hubungan dengan konsumen. Web seharusnya dapat menyediakan informasi Jenis Ikan, Harga, cara pengiriman,cara pembayaran dll sehingga dapat menarik konsumen untuk melakukan transaksi jual beli, yang tentunya di imbangi dengan pelayanan yang dapat memuaskan konsumen.
3.4.7    Subsistem promosi
Dengan mengunakan internet saat ini promosi penjualan kususnya ikan laut, dapat dilakukan dengan mudah, murah dan secara luas. Karena promosi yang dilakukan diinternet melalui web site yang mudah dilihat dengan menawarkan program promosi misalkan peyalanan 24 Jam, atau pelayanan antar sampai ke rumah konsumen, potongan harga, mengutamakan kwalitas ikan segar, dan lain-lain yang akan meningkatkan minat konsumen untuk melakukan trasaksi  jual beli.
3.4.8    Subsistem Harga
Dengan internet para konsumen dapat dengan mudah mengetahui harga secara real time berdasarkan interaksi konsumen dengan web. Internet
3.4.9    Subsistem Bauran Pemasaran
Untuk menbuat web site penjualan menjadikan  sumber informasi yang handal  mengenai permintaan konsumen, Penetapan harga, jenis  pelayanan, jenis produk yang ditawarkan dan tempat penjulan dan juga bisa dijadiakn sarana promosi penjualan.
     




IV.  KESIMPULAN

         Usaha Penjualan Ikan Laut dimana aktivitas manajemen pemasarannya harus didukung dengan system informasi berbasis komputer. Aktivitas tersebut meliputi penetapan harga barang, produktivitas tenaga penjual, analisis profitabilitas produk konsumen, analisis penjualan dan tren, perencanaan pemasaran.
         E-commerce dapat memperluas usaha penjualan ikan laut baik nasional maupu internasional. Dimana juga membawa keuntungan bagi konsumen dan masyarakat.Terdapat hubungan yang erat antara e-commerce dengan system informasi pemasaran.  























DAFTAR  PUSTAKA

Debby Ratna Daneil dan Wiwik Supratiwi. 2005. Sistem Informasi Manajemen.Jakarta :Universitas Terbuka

Kamis, 24 April 2014

STRESS ORGANISASIONAL

Dan Apabila menghadapi persoalaan diatas sebagai seorang atasan perlu mengatahui dan memahami prinsip Manajemen, karena dalam mengatasi stres yang Sumber pontensial stres memberikaninformasi kepada manajemen perusahaan untuk melaksanakan pendekatan individu terhadap organisasional dalam mengatasi stres. Ada dua pendekatan dalam mengatasi stres, yaitu:
1. Pendekatan individual
Seorang karyawan dapat memikul tanggung jawab pribadi untuk mengurangi tingkat stresnya. Strategi individu yang telah terbukti efektif adalah:
- Teknik manajemen waktu
- Meningkatkan latihan fisik
- Pelatihan pengenduran (relaksasi)
- Perluasan jaringan dukungan sosial
2. Pendekatan Organisasional
Beberapa faktor yang menyebabkan stres terutama tuntutan tugas dan peran, struktur organisasi dikendalikan oleh manajemen. Strategi yang digunakan:
- Perbaikan seleksi personil dan penempatan kerja
- Penggunaan penetapan tujuan yang realistis
- Perancangan ulang pekerjaan
- Peningkatan keterlibatan kerja
- Perbaikan komunikasi organisasi
- Penegakkan program kesejahteraan korporasi
(Robbins, 2002: 311-312)
Robbins, P. Stephen. 2002. Perilaku Organisasi Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta. Prehallindo.
pribadiarifprathama.blogspot.com/.../organizational-change-and-stress.ht..

Pengambilan Keputusan

Metode Kuantitatif dalam Pengambilan Keputusan

Secara umum, terdapat dua pendekatan dalam pengambilan keputusan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.
Secara sederhana, pendekatan kualitatif mengandalkan penilaian subyektif terhadap suatu masalah, sedangkan pendekatan kuantitatif mendasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Jika Anda meramalkan cuaca mendasarkan pada pengalaman, maka pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Namun jika, ramalan didasarkan pada model matematika, maka pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Keputusan penerimaan karyawan berdasar nilai tes masuk adalah contoh lain pendekatan kuantitatif, sedang jika didasarkan pada hasil wawancara untuk mengetahui kepribadian dan motivasi maka pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif.

Umumnya pendekatan kuantitatif dalam pengambilan keputusan yang menggunakan model-model matematika. Matematika sudah ditemukan oleh manusia ribuan tahun yang lalu dan telah banyak digunakan dalam banyak aplikasi. Salah satu aplikasi matematika adalah untuk pengambilan keputusan. Sebagai contoh sederhana, bagaimana mengatur 50 kursi dengan ukuran tertentu ke dalam sebuah ruangan dengan ukuran tertentu pula. Dengan ukuran kursi dan ruangan, maka akan ditemukan cara terbaik untuk mengatur kursi; apakah 5 baris kali 10 lajur, atau sebaliknya, semuanya tergantung ukuran ruangan yang ada.

Untuk kasus yang lebih kompleks tentu saja dibutuhkan model matematika yang lebih rumit. Telah banyak model analisis kuantitatif yang dikembangkan dalam pengambilan keputusan.

Bagaimana prosesnya?
Secara umum, semua metode kuantitatif akan mengkonversikan data mentah menjadi informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dari:

RAW MATERIAL -> ANALISIS KUANTITATIF -> INFORMASI YANG BERGUNA.

Sebagai contoh, dalam memproduksi produk A dan B, menggunakan bahan baku X, Y, Z, diketahui keuntungan penjualan produk A dan B. Angka yang menunjukkan banyak tiap bahan yang tersedia dan keuntungan dari tiap produk adalah data mentah. Analisis kuantitatif akan memproses data tersebut sehingga dihasilkan komposisi produksi (berapa banyak produk A dan B diproduksi) yang menghasilkan untuk optimal. Hasil inilah yang disebut denganinformasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan

Mendefinisikan masalah. Secara sederhana, masalah merupakan perbedaan (gap) antara situasi yang diinginkan dengan kenyataan yang ada. Jika seorang mahasiswa ingin memperoleh nilai A, tetapi ternyata hasil yang didapatkan kurang dari itu, maka mahasiswa tersebut menghadapi masalah. Pada dasarnya, semua langkap pengambilan keputusan dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi perbedaan yang ada antara yang diharapkan dan yang terjadi.

Mengembangkan model. Model adalah representasi dari sebuah situasi nyata. Model dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk; seperti model fisik, logika, atau matematika. Miniatur mobil atau maket rumah adalah contoh model fisik, sedang aliran listrik dengan rangkaian tertentu atau air mengalir dengan pola saluran tertentu adalah model logika untuk arus lalu-lintas. Model ekonomi yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan fungsi dari konsumsi dan tabungan merupakan contoh model matematika.
Dalam langkah pengembangan model dikenal istilah variabel yang nilai-nilainya akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Dalam kasus nyata, variabel-variabel ini sebagian dapat dikendalikan dan sebagian yang lain tidak. Lama lampu merah pada lampu pengatur lalu lintas dapat dikendalikan dengan mudah, namun laju kendaraan dan jumlah kendaraan yang melewati sebuah jalan tidak mudah dikendalikan.

Mengumpulkan data. Data yang akurat sangat penting untuk menjamin analisis kuantitatif yang dilakukan menghasilkan keluaran seperti yang diinginkan. Sumber data untuk pengujian model dapat berupa laporan-laporan perusahaan seperti laporan keuangan dan dokumen perusahaan lainnya, hasil wawancara, pengukuran langsung di lapangan dan hasilsampling statistik.

Membuat solusi. Solusi yang diambil dalam pendekatan kuantitatif dilakukan dengan memanipulasi model dan dengan masukan data yang dihasilkan pada langkah sebelumnya. Banyak metode yang bisa dilakukan dalam membuat solusi, seperti memecahkan persamaan (model matematika) yang sudah dikembangkan sebelumnya, menggunakan pendekatantrial and error dengan data masukan yang berbeda-beda untuk menghasilkan solusi ”terbaik”, atau menggunakan algoritma atau langkah-langkah penyelesaian detil khusus yang telah dikembangkan.
Apapun metode yang digunakan, solusi yang dihasilkan haruslah praktis (practical) dan dapat diterapkan (implementable). Solusi ”terbaik” yang dihasilkan harus tidak rumit dan dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada.

Menguji solusi. Untuk menjamin bahwa solusi yang dihasilkan merupakan yang terbaik, maka pengujian harus dilakukan, baik pada model ataupun pada data masukan. Pengujian ini dilakukan untuk melihat akurasi (accuracy) dan kelengkapan model dan data yang digunakan. Untuk melihat akurasi dan kelengkapan data, data yang diperoleh dari berbagai sumber dapat dimasukkan ke dalam model dan hasilnya dibandingkan. Model dan data yang akurat dan lengkap seharusnya menjamin konsistensi hasil. Pengujian ini penting dilakukan sebelum analisis hasil dilakukan.

Menganalisis hasil. Analisis hasil dilakukan untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan jika sebuah keputusan telah dipilih. Selanjutnya implikasi langkah-langkah yang dilalukan juga harus dianalisis. Dalam langkah ini analisis sensitivitas (sensitivity analysis) menjadi sangat penting. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah-ubah nilai-nilai masukan model dan melihat perbedaan apa yang terjadi pada hasil. Dengan demikian, analisis sensitivitas akan membantu untuk lebih memahami masalah yang dihadapi dan kemungkinan-kemungkinan jawaban atas masalah tersebut.

Mengimplementasikan hasil. Langkah implementasi ini dilakukan dengan menerapkan hasil analisis ke dalam proses-proses yang terdapat dalam perusahaan. Tidak kalah penting dalam langkah ini adalah memonitor hasil dari penerapan solusi. Namun, perlu disadari bahwa implementasi hasil analisis (solusi) bukanlah tanpa hambatan. Salah satu hambatan yang mungkin dihadapi adalah bagaimana meyakinkan pihak manajemen bahwa solusi yang ditawarkan merupakan yang terbaik dan akan memecahkan masalah yang ada. Dalam kasus ini, analisis sensitivitas atas model yang dihasilkan sekali lagi dapat digunakan untuk menjual solusi yang dihasilkan kepada pihak manajemen.

Sumber :
Render (2003). Quantitative methods for Management
http://agus-heri.blogspot.com/2009/02/metode-kuantitatif-dalam-pengambilan.html