www.info-riski.com
Rabu, 14 November 2018
Jumat, 31 Oktober 2014
Apa Bedanya Manajemen Keuangan dengan Akuntansi ?
Ø Manajemen
Keuangan
Manajemen keuangan
merupakan suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan,
pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
perusahaan. atau manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Manajemen Keuangan
meliputi aktivitas seperti bagaimana perusahaan mendapatkan dana dan
menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut dalam berbagai bentuk investasi
dan untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. Jadi
perusahaan tidak hanya berusaha mencari dana saja, tetapi juga mengolah dana
dengan baik dan menggunakan untuk kemakmuran pemegang saham.
Fungsi Utama Manajemen Keuangan :
1. Investment Decision : Keputusan
terhadap aktiva apa yang akan dikelola perusahaan.
2. Financing Decision :
Keputusan berkaitan dengan penetapan sumber dana yang diperlukan dan penetapan
perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal yang optimal)
3. Assets Management Decision:
Keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan aktiva (kata bijak: lebih mudah
membangun daripada mengelola)
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk
mengeloka dana perusahaan, pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah
memaksimumkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan
dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
Ø Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi,
meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang
berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang
menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta
tujuan lainnya.
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya
bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau
mempertanggungjawabkan.
Fungsi
Akuntansi :
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai
informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat
posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya.
Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen
untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
Tujuan
Akuntansi :
1. Memberikan
informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis
atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi.
Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen (management control).
2. Memberikan
informasi yang memungkinkan bagi para manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggung jawab dalam mengelola secara tepat dan efektif program dan penggunaan
sumber daya yang menjadi wewenangnya dan tanggungjawabnya.
Perbedaan antara Manajemen Keuangan dan
Akuntansi :
Manajemen Keuangan merupakan
perencanaan, peranggaran dan pengelolaan perusahaan dalam mendapatkan dana dan
menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut untuk ivestasi dimasa yang akan
datang.
Sedangkan Akuntansi adalah pencatatan transaksi
baik yang sedang terjadi maupun telah terjadi danmemberikan
kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak
dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi,
dan lembaga pemerintah.
Sumber :
http://finamardiahhaq.blogspot.com/2011/10/apa-bedanya-manajemen-keuangan-dengan.html
Peramalan dalam dunia bisnis
1.Salah Satu kegiatan yang terkait
dengan peramalan dalam kegiatan operasional adalah meramalkan kebutuhan bahan
baku yang disesuaikan dengan hasil penjadwalan sumber bahan baku agar proses produksi
dapat berjalan berkelanjutan.Peramalan akurat dapat memberikan manfaat pada
kepuasan pelanggan, efesiensi pengunaan kapasiats, dan pengurangan persediaan
bahan baku.sebagai contoh :
1.
Departemen
keuanagan, dimana dimana digunakan peramalan jangka panjang tentang aliran kas
proyek dan pengunaan modal
2.
Departemen
Sumber Daya manusia, digunakan peramalan untuk mengantisipasi jumlah tenaga
kerja dan kebutuhan pelatihan untuk tenaga kerja tersebut.
3.
Departemen
Pemasaran digunakan sebagai peramalan penjualan yang digunakan untuk peramalan
jangka menengah dan peramalan jangka panjang dan untuk mengetahui kepuasan
konsumen yang akan terkait dengan hubungan proses yang akan dilaksanakan,
4.
Departemen
operasional digunakan untuk peramalan yang terkait dengan proses operasi contoh
seperti penambahan pembelian bahan baku untuk proses pengendalian operasi yaitu
peramalan untuk jangka waktu pendek. Peramalan kapasitas produksi untuk
peramalan jangka panjang.
2. Siklus Penyediaan bahan
baku/penambahan pembekalan (Procurement cycle) terjadi pada titik temu antara
produsen/pemasok dan meliputi seluruh
proses yang digunakan untuk memastikan bahwa material tersedia bagi produksi
sesuai dengan skedul. Selama Procurement cycle produsen memasan komponen dari
pemasok untuk menambah persediaan komponen/bahan mentah.Hubungan ini begitu
mirip antara distributor dan pemasok dengan satu perbedaan yang signifikan
Sementara pesanan pada distributor/pengecer disebabkan ketidakpastian
permintaan konsumen, permintaan komponen dapat ditentukan dengan tepat sekali
produsen memutuskan apakan skedul produksi yang akan dijalankan.Permintaan
konsumen tergantung pada skedul produksi produsen. Maka pentingnya pemasok
harus memproduksi dengan peramalan karena skedul produksi produsen mungkin
tidak ditentukan jauh di depan.
Daftar
Pustaka
Anis Eliyana & M. Wiratmoko
(2014),Materi Pokok Manajemen Operasi.
Cetakan Ketujuh. Tangerang Selatan : Universitas TerbukaSabtu, 25 Oktober 2014
SALURAN DISTRIBUSI
a.
Manfaat penggunaan saluran distribusi. Beri
penjelasan mengapa banyak perusahaan tidak memasarkan langsung produknya ke
konsumen.
Peranan Perantara
Penggunaan
perantara sebagian besar karena keunggulan efisiensi mereka dalam membuat
barang tersedia secara luas dan mudah diperoleh pasar sasaran. Perantara
pemasaran, dengan hubungan, pengalaman, spesialisasi, dan skala operasi mereka,
biasanya menawarkan kepada perusahaan lebih banyak daripada yang dapat mereka
capai sendiri.
Dari
segi sistem ekonomi, peran dasar perantara pemasaran adalah mengubah persediaan
yang bersifat heterogen menjadi berbagai macam barang yang ingin dibeli orang.
Menurut Stern dan El-Ansary : Perantara melancarkan arus barang dan jasa.
Prosedur ini diperlukan untuk menjembatani ketidaksesuaian antara berbagai
barang dan jasa yang dihasilkan produsen dan bermacam barang yang diminta
konsumen.
Ketidaksesuaian
itu timbul dari kenyataan bahwa produsen biasanya menghasilkan sejumlah besar
barang dengan variasi terbatas, sedangkan konsumen biasanya menginginkan jumlah
terbatas dari berbagai jenis barang. Selama suatu lembaga atau perusahaan itu menawarkan
barang atau jasa, masalah distribusi ini tidak dapat dipisahkan. Kegiatan
distribusi selalu dilakukan meskipun tidak menggunakan perantara sebagai
lembaga. Jadi, kegiatan distribusinya langsung diarahkan oleh produsen kepada
konsumennya. Namun tidak jarang para perantara ini digunakan oleh produsen
untuik mendistribusikan hasil produksinya kepada pembeli akhir. Perantara
pemasaran ini merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus
di bidang distribusi. Mereka itu adalah:
1. Perantara
pedagang
2. Perantara
agen
Meskipun
sama-sama perantara, tetapi mereka mempunyai perbedaan-perbedaan. Pada umumnya,
alasan utama untuk menggunakan perantara adalah bahwa mereka ini dapat membantu
meningkatkan efisiensi distribusi
Penggunaan perantara mempunyai beberapa
keuntungan, yaitu:
1. Mengurangi
tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen. Produsen
cukup menghubungi perantara untuk menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak.
Ini dipandang lebih efisien.
2. Kegiatan
distribusinya cukup baik bilamana perantara sudah mempunyai pengalaman. Mereka
dipandang lebih baik karena memang tugas yang dilakukan
hanyalah di bidang distribusi.
3. Perantara
dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk
beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu menyediakannya.
4. Perantara
dapat membantu di bidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transpor
sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen yang mencarinya.
5. Perantara
dapat membantu di bidang penyimpanan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas
penyimpanan, seperti gudang dan fasilitas penyimpanan lainnya sehingga
sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen dapat memenuhinya.
6. Perantara
dapat membantu di bidang keuangan dengan menyediakan sejumlah dana untuk
melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir, atau untuk melakukan
pembelian tunai dari produsen.
7. Keuntungan
lain yang dapat diharapkan oleh produsen dari perantara ini adalah:
o Membantu
dalam pencarian konsumen
o Membantu
dalam kegiatan pormosi
o Membantu
dalam penyediaan informasi
o Membantu
dalam pengepakan dan pembungkusan
o Membantu
dalam penyortiran
b.
Beri contoh produk/perusahaan yang sdr kenal tentang
manfaat yang didapat dari penggunaan saluran distribusi. Dan beri penjelasan
jenis saluran distribusi apa yang digunakan oleh produk/perusahaan yang sdr
kemukakan. Apakah menggunakan saluran satu, dua, atau tiga tingkat?
Ada
beberapa alternatif jenis saluran yang dapat digunakan berdasarkan jenis produk
dan segmen pasarnya, yaitu:
1)
Saluran distribusi barang konsumsi
2)
Saluran distribusi barang industri
3)
Saluran distribusi jasa
1. Saluran Distribusi Barang Konsumsi
Penjualan
barang konsumsi ditujukan untuk pasar konsumen, dimana umumnya dijual melalui
perantara. Hal ini dimaksudkan untuk menekan biaya pencapaian pasar yang luas
menyebar yang tidak mungkin dicapai produsen satu persatu. Dalam menyalurkan
barang konsumsi ada lima jenis saluran yang dapat digunakan.
a. Produsen
– Konsumen
Bentuk saluran
distribusi yang paling pendek dan yang paling sederhana adalah saluran
distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara. Produsen
dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi
rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut
saluran distribusi langsung.
b) Produsen
– Pengecer – Konsumen
Seperti hainya dengan
jenis saluran yang pertama (Produsen – Konsumen), saluran ini juga disebut
sebagai saluran distribusi langsung. Disini, pengecer besar langsung melakukan
pembelian kepada produsen. Adapula beberapa produsen yang mendirikan toko
pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen. Namun alternatif akhir
ini tidak umum dipakai.
c) Produsen
– Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Saluran distribusi
semacam ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan sebagai saluran
distribusi tradisional. Disini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar,
kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh
pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer
saja.
d) Produsen
– Agen – Pengecer – Konsumen
Disini, produsen
memilih agen sebagai penyalurnya. la menjalankan kegiatan perdagangan besar,
dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan
kepada para pengecer besar.
e) Produsen
– Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran
distribusi, sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan
barangnya kepedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil.
Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.
2. Saluran Distribusi Barang Industri
Karena
karakteristik yang ada pada barang industri berbeda dengan barang konsumsi,
maka saluran distribusi yang dipakainya juga agak berbeda. Saluran distribusi
barang industri juga mempunyai kemungkinan/kesempatan yang sama bagi setiap
produsen untuk menggunakan kantor/cabang penjualan. Kantor atau cabang ini
digunakan untuk mencapai lembaga distribusi berikutnya. Ada empat macam saluran
yang dapat digunakan untuk mencapai pemakai industri. Keempat saluran
distribusi itu adalah:
a. Produsen
– Pemakai lndustri
Saluran distribusi
dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek, dan
disebut sebagai saluran distribusi langsung. Biasanya saluran distribusi ini
dipakai oleh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri
relatif cukup besar. Saluran distribusi semacam ini cocok untuk barang-barang
industri seperti kapal, lokomotif dan sebagainya. (yang tergolong jenis
instalasi)
b) Produsen
– Distributor Industri – Pemakai Industri
Produsen
barang-barang jenis perlengkapan operasi dan kasesoris,dapat menggunakan
distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat
menggunakan distributor industri sebagai penyalurnya antara lain: produsen
barang bangunan, produsen alat-alat untuk bangunan, dan sebagainya.
c) Produsen
– Agen – Pemakai lndustri
Biasanya saluran
distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen
pemasaran. Juga perusahaan yang ingin memperkenalkan barang baru atau ingin
memasuki daerah pemasaran baru lebih suka menggunakan agen.
d) Produsen
– Agen – Distributor lndustri – Pemakai lndustri
Saluran distribusi
ini dapat digunakan oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit
penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu faktor
penyimpanan pada saluran perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen
penunjang seperti agen penyimpanan sangat penting peranannya.
3. Saluran Distribusi Jasa
Konsep
saluran distribusi juga tidak hanya terbatas pada saluran distribusi barang
berwujud saja. Produsen jasa juga menghadapi masalah serupa yakni bagaimana
hasil mereka dapat diperoleh sampai ke tangan konsumen. Bagi lembaga
penyedia jasa, kebutuhan akan faedah waktu dan tempat menjadi jelas. Jasa harus
ditempatkan pada lokasi yang mudah dicapai oleh pemakainya.
Secara
tradisional kebanyakan jasa-jasa dijual langsung oleh produsen kepada konsumen
atau pemakai industrial. Tenaga perantara tidak digunakan jika jasa-jasa tidak
dapat dipisahkan dari penjual, atau jika jasa diciptakan dan dipasarkan
seketika itu juga. Pada tahun-tahun belakangan ini, beberapa pengusaha
menyadari bahwa ciri tak terpisahkan pada jasa bukan menjadi halangan yang tak
dapat ditanggulangi, sehinggajasa dapat disalurkan lewat sistem distribusi
penjual. Manajemen pemasaran jasa dapat meluaskan distribusinya. Contohnya
dimulai dengan lokasi. Lokasi penjualan jasa harus mudah dicapai pelanggan,
oleh karena banyak jasa yang tidak dapat dihantarkan.
Pemasaran
jasa perantara merupakan cara lain untuk meluaskan distribusi. Beberapa pihak
mengadakan pengaturan dengan perusahaan agar gaji pegawainya dapat langsung
dimasukkan dalam rekening pegawai pada bank itu. Jadi majikan menjadi perantara
dalam distribusi jasa bank. Ciri tak teraba pada
jasa berarti bahwa masalah distribusi fisik pada dasarnya tidak ada pada
kebanyakan produsen jasa. Akan tetapi tidak semua produsen jasa bebas dari
masalah distribusi fisik. Seperti hotel atau wisma peristirahatan yang
mempunyai kelebihan kamar (persediaan) yang dapat merugikan usaha.
c. Coba
baca materi BMP tentang pemilihan strategi saluran distribusi. Ada tiga pilihan
strategi diistribusi (intensif, selektif da ekslusif). Coba beri penjelasan
tentang perbedaan dari tiga strategi tersebut. Kemudian beri penjelasan contoh
dari produk/perusahaan yang sdr kenal dalam menggunakan salah satu dari tiga
strategi tersebut.
1) Distribusi Intensif
Distribusi
intensif digunakan untuk mendistribusikan produk ke hampir semua
saluran sehingga
dapat mencapai tingkatan cakupan pasar untuk semua tipe konsumen. Distribusi intensif
ini efektif digunakan untuk barang-barang convenience atau barang-barang
kebutuhan sehari-hari yang tidak memakan tempat dan tidak memerlukan keahlian
tenaga penjual, seperti rokok, sabun mandi, dan sembako.
2)
Distribusi Selektif
Distribusi
selektif digunakan untuk mendistribusikan produk dengan selektif yaitu untuk
suatu daerah pemasaran tertentu hanya dipilih beberapa pengecer atau beberapa
toko saja. Distribusi selektif ini cocok untuk produk-produk shopping
seperti komputer, barang-barang elektronik
dan buku-buku text.
3)
Distribusi Eksklusif
Distribusi
selektif digunakan untuk memasarkan produk-produk spesial melalui sstem
distribusi eksklusif. Perusahaan hanya menggunakan satu atau bebarapa toko
untuk suatu daerah pemasaran tertentu. Distribusi eksklusif ini cocok untuk
mendistribusikan barang-barang mewah yang bernilai tinggi seperti jam tangan,
mobil, parfum dan benda seni. Hanya konsumen tertentu yang membutuhkannya
sehingga mereka mau berkorban untuk mendapatkannya.
Daftar Pustaka
MATERI INISIASI 8
MANAJEMEN PEMASARAN UNIVERSITAS TERBUKA 2014http://abetamam.blogspot.com/
Merger, Akusisi dan Likuidasi
1. Perbedaan antara Merger, Akusisi dan
Likuidasi dapat kita lihat jelas dari pengertian masing-masing sebagai beikut :
Merger adalah penggabungan dari suatu
perusahaan dengan perusahaan yang lain, untuk itu perusahaan yang membeli akan
melanjutkan nama dan identitasnya.
Akuisisi dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu : akuisisi saham dan akuisisi asset.Akuisisi saham adalah pengambilan
alihan atau pembelian saham suatu perusahaan dengan dengan menggunakan kas,
saham, atau sekuritas lainnya.Akuisisi asset adalah pengambil alihan perusahaan
lain dengan membekukan sebagian besar asset perusahaan tersebut.
Likuidasi adalah berhentinya kegiatan
operasi perusahaan secara keseluruhan dengan menjual sebagian atau seluruh
aktiva perusahaan, membayar semua utang pajak, kewajiban pada pihak ketiga dan
sisanya dibagikan pada sekutu sesuai dengan risiko laba/rugi.
2. Keuntungan dan
Kelemahan merger, akusisi dan likuidasi
Keuntungan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih
sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan
Sudomo, 2001, p.641)
Kekurangan Merger
Dibandingkan akuisisi merger memiliki
beberapa kekurangan, yaitu harus ada persetujuan dari para pemegang saham
masing-masing perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut
diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)
Keuntungan Akuisisi
Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan
akuisisi aset adalah sebagai berikut:
a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.
a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.
b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang
membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli
dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen
perusahaan.
c. Karena tidak memerlukan persetujuan
manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk
pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).
d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).
Kekurangan Akuisisi
Kerugian-kerugian akuisisi saham dan
akuisisi aset sebagai berikut :
a.Jika cukup banyak pemegang saham minoritas
yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada
umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga
(sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh
saham yang dibeli maka terjadi merger.
c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara
hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan
Sudomo, 2001, p.643)
Keuntungan Likuidasi
Kelebihan dari likuidasi adalah Keuntungan/kerugian
pada saat Likudasi adalah tanggungjawab bersama seluruh anggota persekutuan
komandiiter, termasuk hutang-hutang perusahaan kecuali untuk persero komanditer
hanya menggung sebatas modal yang di setornya.
Kekurangan Likuidasi
Nilai Aset Perusahaan pada saat Likuidasi akan
turun
Menyebabkan adanya biaya-biaya yang
dikeluarkan pada saat proses likuidasi yang akan menambah beban perusahaan.
3. Terdapat empat jenis merger yaitu:
1. Merger horisontal, terjadi ketika sebuah perusahaan
bergabung dengan perusahaan lain di dalam lini bisnis yang sama.
2. Merger vertikal, berupa akuisisi sebuah
perusahaan dengan salah satu pemasok atau pelanggannya.
3.Merger kongenerik akan melibatkan
perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan tetapi bukan merupakan produsen
dari sebuah produk yang sama atau perusahaan yang memiliki hubungan
pemasok-produsen.
4.Merger konglomerat, terjadi ketika perusahaan-perusahaan
yang tidak saling berhubungan bergabung
Daftar Pustaka :
Rini Dwiyani Hadiwidjaja(2014).Materi Pokok Manajemen
Keuangan, Inisiasi VIII. Universitas Terbuka
http://echysharing.blogspot.com/2013/06/kepailitan-likuidasi-merger-dan.html
Jumat, 09 Mei 2014
Tour In hometown
The village is not far Luwuk city which is the capital of
the province of Central Sulawesi , Banggai district which is about 27 KM or
about 20-30 minutes when using a two-wheeler / four from downtown . On the way
to the village we kayutanyo spoiled views of the white sand and could only take
a moment to enjoy the beautiful beach Boli'i which is not far from the village
of Kayutanyo .
Arriving in the village of Kayutanyo we can immediately
enjoy the beautiful cozy atmosphere coupled with the hospitality of its people
so that fatigue / cape in the course can be replaced with a hungry stomach
atmosphere ada.Kalu kwatir because we do not need the usual stop at the Cafe
Revelation which is the place to eat and relax upon waters is a very nice
tourist place which is surrounded by mangrove forests alami.disamping mation
that we can enjoy fresh fish , squid , crabs etc. .
In addition there are several kayutanyo bay cafe
and fish cages that could be another option otherwise this loss we miss
And milkfish ponds and baths dibilalang .....
if interested or want keluwuk do not forget to visit my
hometown tourist KAYUTANYO VILLAGE ............
Mencari Kepemipinan yang Ideal
Mencari Kepemipinan yang Ideal
Dimasa
sekarang ini yang penuh persaingan diberbagai bidang dan segi kehidupan maka
setiap individu maupun kelompok masyarakat
dituntut harus memiliki kemapuan, Kompentensi dan moralitas yang bisa
menjadikan kita sebagai panutan sekaligus menjadi pemimpin yang zaman sekarang
ini dianggap sebagai barang yang sangat langka. Menurut pengatahuan kami mencari sosok pemimpin yang ideal sangatlah
susah karena bukan hanya kita melihat satu sisi misalkan kepandaian ataupun kompentensi
tapi jangan lupa kita harus melihat dari sudut lain salah satu terpenting adalah moralitas yang pada intinya diharapkan
akan melahirkan pemimpin pemimpin membawa
ke arah yang lebih baik dan bisa menjelma sebagai pemimpin yang Rahmatan
Lilallami sesuai dengan konsep dan
prinsip dasar dalam islam adalah
a. Prinsip Ibadah
Seorang pemimpin yang pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan-Nya, maka sudah seharusnya dalam seluruh amal perbuatannya didasarkan pada tujuan utama ikhlas mencari ridha Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya : "Dan tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku" (Qs Adz Dzaariyat :56), dan juga pada ayat lain, "Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah saja dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, rekan sejawat, orang musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki". (Qs An Nisa' : 36 ).
Seorang pemimpin yang pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan-Nya, maka sudah seharusnya dalam seluruh amal perbuatannya didasarkan pada tujuan utama ikhlas mencari ridha Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya : "Dan tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku" (Qs Adz Dzaariyat :56), dan juga pada ayat lain, "Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah saja dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, rekan sejawat, orang musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki". (Qs An Nisa' : 36 ).
b.
Prinsip
Amanah
Seorang pemimpin yang mengaku beriman dan Islam, harus menjalankan 2 jenis amanah yang dibebankan kepadanya. Amanah yang pertama berasal dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Yaitu kewajiban untuk menjalankan segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya dan larangan Rasul-Nya. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan itu, meliputi segala bidang, baik yang bersifat pibadi, maupun umum. Baik yang berhubungan langsung dengan Allah SWT (hablum minallahi) yang mengandung aspek ritual, maupun yang berhubungan dengan sesama manusia (hablum minannasi) yang mengandung aspek sosial.
Amanah yang kedua adalah yang berasal dari manusia. Amanah ini meliputi berbagai hal yang menyangkut hajat hidup manusia sehari-hari, baik dalam urusan pribadi, maupun urusan bersama. Setiap individu yang mendapat amanah dari manusia untuk pemimpin mendapat beban amanah untuk mengurus, mengatur, memelihara dan melaksanakan kewajiban itu secara baik dan benar. Sebagaimana firman Allah SWT, "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui (akibatnya)" (Qs. Al-Anfaal : 27-28), dan juga ayat-ayat lain yang bermakna sama.
Seorang pemimpin yang mengaku beriman dan Islam, harus menjalankan 2 jenis amanah yang dibebankan kepadanya. Amanah yang pertama berasal dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Yaitu kewajiban untuk menjalankan segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya dan larangan Rasul-Nya. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan itu, meliputi segala bidang, baik yang bersifat pibadi, maupun umum. Baik yang berhubungan langsung dengan Allah SWT (hablum minallahi) yang mengandung aspek ritual, maupun yang berhubungan dengan sesama manusia (hablum minannasi) yang mengandung aspek sosial.
Amanah yang kedua adalah yang berasal dari manusia. Amanah ini meliputi berbagai hal yang menyangkut hajat hidup manusia sehari-hari, baik dalam urusan pribadi, maupun urusan bersama. Setiap individu yang mendapat amanah dari manusia untuk pemimpin mendapat beban amanah untuk mengurus, mengatur, memelihara dan melaksanakan kewajiban itu secara baik dan benar. Sebagaimana firman Allah SWT, "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui (akibatnya)" (Qs. Al-Anfaal : 27-28), dan juga ayat-ayat lain yang bermakna sama.
c.
Prinspip
Ilmu / Profesionalitas
Prinsip ilmu maksudnya adalah semua pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan dengan ilmu pengetahuan, sebagaimana firman Allah : "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan mengenainya "(Qs Al Israa': 36). Selain itu masih banyak ayat-ayat dalam Al Qu'an yang menggambar pentingnya ilmu, termasuk ayat yang pertama kali turun memerintahkan untuk ikra' (membaca).
Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang sudah sangat sering kita dengar mengatakan bahwa, "Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak memiliki kapasitas untuk mengembannya), maka tunggulah saat kehancurannya" (H. R. Bukhari bab Ilmu). Dan juga Imam Syafi'i yang merupakan salah satu ulama besar Islam mengatakan bahwa "barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan dua-duanya maka hendaklah dengan ilmu." (Al-Majmu' Imam An-Nawawi).
Prinsip ilmu maksudnya adalah semua pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan dengan ilmu pengetahuan, sebagaimana firman Allah : "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan mengenainya "(Qs Al Israa': 36). Selain itu masih banyak ayat-ayat dalam Al Qu'an yang menggambar pentingnya ilmu, termasuk ayat yang pertama kali turun memerintahkan untuk ikra' (membaca).
Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang sudah sangat sering kita dengar mengatakan bahwa, "Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak memiliki kapasitas untuk mengembannya), maka tunggulah saat kehancurannya" (H. R. Bukhari bab Ilmu). Dan juga Imam Syafi'i yang merupakan salah satu ulama besar Islam mengatakan bahwa "barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan dua-duanya maka hendaklah dengan ilmu." (Al-Majmu' Imam An-Nawawi).
d.
Prinsip
Keadilan
Allah SWT adalah yang Maha Adil dan sangat mencintai keadilan, hal itu dapat kita lihat dengan banyaknya perintah untuk berbuat adil di dalam Al Qur;an. Beberapa diantaranya adalah : "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan."(An Nisaa :135), dan juga "Katakanlah : Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan. Dan : Luruskanlah muka mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta'atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan "(Al A'raaf : 29).
Allah SWT adalah yang Maha Adil dan sangat mencintai keadilan, hal itu dapat kita lihat dengan banyaknya perintah untuk berbuat adil di dalam Al Qur;an. Beberapa diantaranya adalah : "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan."(An Nisaa :135), dan juga "Katakanlah : Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan. Dan : Luruskanlah muka mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta'atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan "(Al A'raaf : 29).
e.
Prinsip
Etos Kerja / Kedisiplinan
Islam adalah agama yang mengajarkan kerja keras dan usaha disamping berdoa untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Islam tidak pernah mengajarkan untuk hanya tinggal berharap dan berpangku tangan. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT bahwa, "yang demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs Al Anfaal : 53).
Pada ayat :"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung" (QS Al Jumu'ah : 10), Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk segera bekerja setelah beribadah dan tidak hanya pasrah dengan alasan zuhud atau tawakkal. Maha benar Allah SWT yang telah berfirman :" Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi… "(Qs Al Qashash : 77).
Islam adalah agama yang mengajarkan kerja keras dan usaha disamping berdoa untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Islam tidak pernah mengajarkan untuk hanya tinggal berharap dan berpangku tangan. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT bahwa, "yang demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs Al Anfaal : 53).
Pada ayat :"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung" (QS Al Jumu'ah : 10), Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk segera bekerja setelah beribadah dan tidak hanya pasrah dengan alasan zuhud atau tawakkal. Maha benar Allah SWT yang telah berfirman :" Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari duniawi… "(Qs Al Qashash : 77).
f.
Prinsip
Akhlaqul Qarimah
Sebagai seorang yang beriman sudah sepantasnya kita mencontoh Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan terutama menyangkut masalah akhlak. Semua orang yang mengenal beliau, baik kawan maupun lawan pastilah akan memuji kemuliaan akhlak dan kepribadian beliau. Bahkan 'Aisyah istri beliau ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, mengatakan bahwa seperti Al Qur'an. Allah SWT sendiri dalam salah satu ayat memuji beliau dengan mengatakan : "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (Qs Al Qalam : 4).
Sebagai seorang yang beriman sudah sepantasnya kita mencontoh Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan terutama menyangkut masalah akhlak. Semua orang yang mengenal beliau, baik kawan maupun lawan pastilah akan memuji kemuliaan akhlak dan kepribadian beliau. Bahkan 'Aisyah istri beliau ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, mengatakan bahwa seperti Al Qur'an. Allah SWT sendiri dalam salah satu ayat memuji beliau dengan mengatakan : "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (Qs Al Qalam : 4).
Sumber
:
Langganan:
Postingan (Atom)




